Pare, Pahit tapi Berkasiat

pare
Gambar dari http://www.iptek.net.id
Pare (cucurbitaceace) merupakan mentimunyang tumbuh merambat. Masyarakat mengenal tiga jenis pare.
Pertama, pare kodok dengan bentuk lonjong, agak bulat pendek, berwarna hijau gelap dan rasanya pahit.
Kedua, pare gajin yang berbentuk lonjong besar, panjang, berwarna hijau muda atau keputihan dan rasanya tidak terlalu pahit.
Ketiga, jenis pare hutan yang berbentuk bulat, kecil dan rasanya paling pahit.
Di beberapa negara pare dimanfaatkan untuk pengobatan, pare juga digunakan untuk obat diabetes, gangguan pencernaan, minuman penambah semangat, obat pencahar dan perangsang muntah, kandungan lain yang terdapat pada pare adalahfitokimia lutein dan likopen yang berkasiat sebagai anti kanker, antibiotika, antivirus, perangsang produksi insulin, penyeimbang tekanan darah dan kadar gula darah, perangsang nafsu makan, dan pembasmi cacing usus.
Meskipun pare bergizi tinggi, namun sebaiknya jangan diberikan pada anak-anak dan wanita hamil. Karena anak-anak masih rentan terhadap pare, dikawatirkan kadar gula pada anak akan anjlok. Sedang wanita hamil tidak di anjurkan untuk mengkonsumsi pare, karena buah ini mengandung senyawa yang dapat menggugurkan kandungan.
Sumber Metrobalikpapan.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: