Musim “NARSIS”


Sepertinya saat ini mesti ada tambahan musim, kenapa memangnya? trus musim apa? Ini musim baru aja tahun ini munculnya, kalau dulu nggak separah sekarang ini deh, musim apa sih? NARSIS lah, loh kok ! ya iya, gini lihat pinggir-pinggir jalan, udah tau belum ? kalau belum ni tak kasih tau, sekarangkan lagi kampanye, trus caleg (calon legislatif) caleg pada pose-pose dah, tebar senyum (belum tentu manis seh), tebar tampang dimana-mana, cara pintas buat ngetop (artis kalee), padahal yang lihat pada muyek lihat tampang-tampang tak berdosa (aslinya gak tau loh) ,gimana gak sebel tiap lewat jalan-jalan yang di lihat bukan yang indah-indah eh malah senyum palsu para pencari kerja yang belum tentu memikirkan yang milih dia kalau dianya beneran jadi caleg.
Saat ini sepertinya nggak terlalu ampuh deh, untuk menarik para pemilih, menurutku pasang poster dimana-mana, kasih stiker, kalender, atau apalah, terlalu menghamburkan uang, ya kalau si caleg tajir, kalau pas-pasan gimana nasipnya, apa nggak malah nambain utang buat promosiin dirinya, kalau memang dianya bener-bener berkualitas, loyal sama masyarakat sekitarnya pastilah lebih ampuh, masyarakat awam butuh tindakan nyata bukan cuma tau tampangnya doang.
Narsis amat seh, sok imut, kebanyakan duit, jual tampang doang, bikin kotor, bahaya, dan lain-lain, komentar itu yang saya dengar dari para penumpang angkot yang saya tumpangi setiap hari minggu, sebagian masyarakat kurang respek dengan adanya poster, baliho, dan sebagainya yang bertebarang di kota ini, sebaiknya pemerintah dan pimpinan parpol membuat aturan yang lebih tegas dan jelas, dan kalaupun sudah dan masih ngelanggar, coret namanya, wong belum jadi anggota aja sudah bertingkah apalagi kalau sudah jadi, apa nggak tambah bikin malu.
Dari pada mikirin solitik, sarpol, saleg dan semacamnya bikin pusying, mending ngopi pake susu nyaman ya gak prol.

2 Tanggapan to “Musim “NARSIS””

  1. emang kayak gitu kan setiap ada mau pemilihan caleg….
    ga usah pusing2 lah mikirin itu, ada baiknya juga kan untuk orang2 yang kerjanya di percetakan seperti bikin sepanduk dan kalender, jadi ada orderan yang masuk, siklus uang berjalan kan…..
    klo urusan utang c itu masalah dia….hehehe…

  2. Pertamax.. Salam kenal…
    Selanjutnya, Numpang liat-liat dan ninggalin jejak di blog bagus ini..

    Salam,
    OmpuNdaru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: